Text

Jan 22, 2010
@ 3:54 am
Permalink

Rula’s morning

Pagi ini, entah saya berlebihan atau tidak, tp sepertinya melihat muka Rula sangat sedih. Tidak ada yang luar biasa pagi ini. Rula malas-malasan siap-siap ke sekolah seperti biasa. Lambat melakukan ini itu, karena seberapa kerasnya kita ‘meracuni’ dia dengan bahwa kesekolah itu menyenangkan tapi ya tetap saja sekolah adalah sekolah: bangun pagi, siap-siap, rutinitas sekolah.

Rutinitas desakan siap-siap sampai di kegiatan pakai kaos kaki. Ternyata nggak ada di laci, dan dia cuman bilang “kaos kaki nya nggak ada”. Tidak dicari. Hal ini mungkin karena sering kali dia habis mandi kemudian seragamnya tidak ada dilaci yang terjadi adalah seragam nya diambilkan karena dia tidak pakai baju. Setelah kaos kaki diambilkan dan akan dipakai ternyata dia bilang “ini kan beda”, memang beda ternyata, berbeda sedikit dan kalau dipakai bagian yang berbeda itu pasti nggak keliatan. Awalnya saya paksakan saja, toh nggak keliatan dari luar. Tapi nggak lama kemudian saya mikir, kalau saya pakai kaos kaki nggak sama pasti rasanya aneh. Kita tahu itu nggak keliatan, tapi kita sendiri yang pakai tahu, jadi nggak comfort. Sering sekali saya merasa seperti itu untuk sesuatu yang tidak sesuai walau cuman saya yang tahu. Karena itu kemudian saya coba untuk carikan kaos kaki yang benar.

Setelah masalah kaos kaki selesai kemudian ada beberapa hal (seperti biasa) yang mengikuti. Yang pasti bikin ayah-ibu nya marah. Tapi kemudian saya berusaha berempati, kalau saya sedang berat hati melakukan sesuatu (walaupun saya tahu itu sesuatu yang baik) hal yang paling tidak ingin saya dapatkan adalah tekanan/nada tinggi dari orang lain.

Pagi itu Rula kebetulan bukan diantar oleh saya. Saya mengantar saja ke garasi. Sebelum pergi saya mendengar Rula mendapatkan nada tinggi lainnya. Dan kemudian dia pergi meninggalkan rumah dengan muka sedih :(